Studi kasus Meta Ads

Mengidentifikasi iklan yang paling kuat menghasilkan percakapan.

Campaign dealer Honda resmi memperlihatkan distribusi hasil yang terkonsentrasi pada beberapa creative. Analisis diarahkan pada biaya per percakapan, kontribusi setiap iklan, dan prioritas scaling.

494Percakapan yang tercatat
Rp546.316Total belanja enam iklan
Rp1.106Biaya rata-rata per percakapan
Dashboard performa Meta Ads dealer Honda resmi
Konteks campaign

Tujuh iklan menampilkan kontribusi yang tidak merata.

Enam iklan sudah mencatat hasil, sementara satu iklan baru aktif tanpa belanja. Rentang biaya per percakapan terlihat dari Rp725 hingga Rp3.298, sehingga keputusan tidak cukup hanya melihat status aktif atau selesai.

  • Hasil dibaca per creative agar sumber percakapan terbaik terlihat jelas.
  • Biaya per percakapan dibandingkan dengan volume supaya scaling tidak dilakukan secara membabi buta.
  • Iklan baru dipisahkan dari iklan yang sudah memiliki data agar evaluasi tetap adil.
Temuan utama

Tiga iklan menyumbang hampir 90% hasil.

172Percakapan dengan biaya Rp928
152Percakapan dengan biaya Rp725
120Percakapan dengan biaya Rp1.657

Tiga iklan tersebut menghasilkan 444 dari 494 percakapan, sekitar 89,9% dari hasil yang tercatat pada enam iklan berbelanja.

Arah optimasi

Scale pemenang, perbaiki creative yang tertinggal.

  • Pertahankan tiga creative utama sebagai dasar alokasi anggaran berikutnya.
  • Naikkan budget bertahap sambil memantau apakah biaya per percakapan tetap stabil.
  • Gunakan elemen visual dan penawaran dari creative pemenang untuk membangun variasi baru.
  • Evaluasi iklan dengan 7, 11, dan 32 hasil sebelum menghabiskan anggaran tambahan.
Nilai bisnis

Fokus berpindah dari jumlah iklan menuju kualitas distribusi hasil.

Dengan mengetahui bahwa sebagian besar percakapan datang dari tiga iklan, keputusan scaling dapat dibuat lebih terukur. Creative yang lemah tidak langsung dibuang, tetapi digunakan sebagai bahan belajar untuk memperbaiki visual, pesan, dan penawaran berikutnya.

Topik terkait

Layanan terkait dengan studi kasus ini.

Data pada studi kasus perlu dibaca bersama strategi campaign, creative, kualitas percakapan, dan proses follow up.

Bukti dashboard

Cuplikan materi yang menjadi dasar studi kasus.

Video menggunakan preload none, sehingga tidak ikut dimuat pada proses awal halaman dan baru berjalan saat pengunjung menekan tombol putar.

Perhitungan menggunakan enam iklan yang sudah mencatat hasil dari tujuh iklan yang ditampilkan. Satu iklan aktif belum memiliki belanja atau hasil. Identitas akun telah dianonimkan.

WhatsApp